<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dedicahriadi-center</title>
	<atom:link href="http://dedicahriadi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dedicahriadi.wordpress.com</link>
	<description>Sekedar ingin menjadi lebih berubah</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Sep 2009 02:13:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dedicahriadi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Dedicahriadi-center</title>
		<link>http://dedicahriadi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dedicahriadi.wordpress.com/osd.xml" title="Dedicahriadi-center" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dedicahriadi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ketemu Lagi..</title>
		<link>http://dedicahriadi.wordpress.com/2009/09/03/ketemu-lagi/</link>
		<comments>http://dedicahriadi.wordpress.com/2009/09/03/ketemu-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 02:13:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dedicahriadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dedicahriadi.wordpress.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Halo teman dan kawan semua, mohon maaf  lahir batin.. sudah hampir beberapa bulan ini saya dalam posisi off terhadap blog ini, maklum semangat besar tenaga kurang., maksudnya banyak maunya tapi males kerjainnya. Dampak psikologis saya menghadapi transisi perpindahan tempat kerja sangat mempengaruhi mood saya menulis, urusan ini lah menguras konsentrasi saya terhadap hasil tidak maksimalnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedicahriadi.wordpress.com&amp;blog=7191539&amp;post=60&amp;subd=dedicahriadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Halo teman dan kawan semua, mohon maaf  lahir batin.. sudah hampir beberapa bulan ini saya dalam posisi off terhadap blog ini, maklum semangat besar tenaga kurang., maksudnya banyak maunya tapi males kerjainnya.</p>
<p>Dampak psikologis saya menghadapi transisi perpindahan tempat kerja sangat mempengaruhi mood saya menulis, urusan ini lah menguras konsentrasi saya terhadap hasil tidak maksimalnya mood ini.</p>
<p>Beberapa bulan lalu sy memang harus mencari kehidupan baru di Instansi yang baru, pindah kerja ke tempat yang benar2 baru sebenarnya membuat sy stress. mudah-mudahan ini akan menjadi semangat lebih maju.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dedicahriadi.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dedicahriadi.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dedicahriadi.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dedicahriadi.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dedicahriadi.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dedicahriadi.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dedicahriadi.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dedicahriadi.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dedicahriadi.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dedicahriadi.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dedicahriadi.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dedicahriadi.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dedicahriadi.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dedicahriadi.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedicahriadi.wordpress.com&amp;blog=7191539&amp;post=60&amp;subd=dedicahriadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dedicahriadi.wordpress.com/2009/09/03/ketemu-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3b1d4a7e68aee87b76f9c78cec82c35?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedicahriadi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AJAL</title>
		<link>http://dedicahriadi.wordpress.com/2009/04/02/ajal/</link>
		<comments>http://dedicahriadi.wordpress.com/2009/04/02/ajal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2009 12:56:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dedicahriadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[AGAMA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dedicahriadi.wordpress.com/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[by Dedi Cahriadi Hari ini, kemarin, minggu lalu atau bahkan detik ini kita mendengar kabar entah kawan, kerabat atau teman sejawat, atau orang lain yang tidak kita kenal telah meninggalkan kita untuk selama-lamanya… yaitu menghadapi kematian… Kematian pasti akan mendatangi setiap makluk, kehadirannya tak bisa ditolak, siapapun ia, Presiden kah, Para Anggota Dewan yang terhormat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedicahriadi.wordpress.com&amp;blog=7191539&amp;post=48&amp;subd=dedicahriadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<div id="attachment_56" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-56" title="sl371565" src="http://dedicahriadi.files.wordpress.com/2009/04/sl371565.jpg?w=300&#038;h=225" alt="sendiri dan sunyi, tak ada yang bisa menolong" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">sendiri dan sunyi, tak ada yang bisa menolong</p></div>
<p class="MsoNormal">by Dedi Cahriadi</p>
<p class="MsoNormal">Hari ini, kemarin, minggu lalu atau bahkan detik ini kita mendengar kabar entah kawan, kerabat atau teman sejawat, atau orang lain yang tidak kita kenal telah meninggalkan kita untuk selama-lamanya… yaitu menghadapi kematian… <span id="more-48"></span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Kematian pasti akan mendatangi setiap makluk, kehadirannya tak bisa ditolak, siapapun ia, Presiden kah, Para Anggota Dewan yang terhormat kah, si miskin ataupun si kaya ataupun kita2 ini, kematian adalah perkara besar yang merupakan piala bergilir bagi setiap orang yang berdiam disuatu tempat di alam ini, dengannya seorang hamba keluar dari dunia menuju surga atau neraka. Kematian bila datang tak dapat ditangguhkan atau dimajukan walau sedikpun. Tak ada seorangpun yang tahu kapan dan di mana ia akan mati, maka kematian adalah hal yang paling dekat dengan kita, bukan rumah kita, bukan istri kita, bukan anak kita, bukan yang lainnya yang lebih dekat.</p>
<p class="MsoNormal">Ada sekelompok manusia yang dilimpahkan rizki oleh Allah dan dikaruniai kesesatan dan kekuatan jasmani, namun mereka lalai, tidak bersiap-siap untuk menhadapi maut yang datang sekonyong-konyong, mereka tenggelam dalam mengerjakan amal yang buruk ketika maut menjemput. Mereka itulah ahli maksiat dan yang bergelimang dosa yang lalai dan berpaling yang tenggelam dalam kecintaan terhadap dunia maka maut yang datang baginya adalah siksaan dan penderitaan.</p>
<p class="MsoNormal">Wahai orang yang diseru untuk mendapatkan keselamatan namun tidak menjawab, wahai orang yang telah ridha untuk rugi dan sengsara, sesungguhnya urusanmu membahayakan, celakakah engkau Al-Haq pasti akan datang. Seluruh amalmu akan diperhitungkan, baik yang terang-terangan maupun yang tersembunyi, saat itu dirimu tak mempunyai daya sedikitpun. Semuanya menjadi nyata, tak ada keraguan sama sekali. Pikirkanlah hari perpisahan yang pasti akan datang.</p>
<p class="MsoNormal">Apakah kita akan selalu berada dalam kelalaian, padahal orang disekitar kita telah pergi, renungkanlah orang-orang yang telah meninggal, bagaimana mereka menghadapi hari yang mengerikan itu, sadarlah dengan penuh kesadaran. Berhati-hatilah dengan malaikat yang selalu mengawasi dan menemanimu. Suatu saat akan datang kepadamu, kematian yang memisahkanmu dari semuanya, saat itu tak akan ada lagi gunanya tangis dan penyesalan.</p>
<p class="MsoNormal">Apa yang telah kita persiapkan menghadapi peristiwa yang penuh duka, saat itu kita datang dengan membawa dosa sebanyak gunung, datang menghadap Dzat yang Maha Agung dan Maha Menghisab.</p>
<p class="MsoNormal">Apakah engkau merasa menjadi orang beriman atau yang mendustakan?<span> </span>Mereka yang yang beramal akan dimintai pertanggungjawaban, seluruh ucapnya dicatat, tapi apakah diri kita yakin akan tetap hidup dalam keadaan bebas dan selamat?</p>
<p class="MsoNormal">Mereka yang selalu beramal dengan penuh kemunafikan. Yang memperbagus amalnya di hadapan manusia seperti tukang ukir. Kalau dirimu selalu ingin berbuat maksiat, ingatlah akan datangnya saat diusungnya keranda, hari di mana engkau akan dilemparkan di kubur, siapa yang akan melindungimu.?</p>
<p class="MsoNormal">Pelaku maksiat akan bangkit dari kuburnya dalam keadaan linglung, Manghadap Rabbul’Alamin dengan tangan terbelenggu. Saat itulah orang-orang yang sombong akan dihinakan. Semua pasrah, yang dulu buta akan melihat, yang semula tuli akan mendengar yang suka menerima dan mengambil bukan haknya, yang suka pengadaan yang mengada-ngada akan diperlihatkan, tidak ada yang bisa mengindar…. Padahal dihadapanmu neraka yang menyala-nyala telah menanti.</p>
<p class="MsoNormal">Gentarnya hatimu membuat badanmu tak berdaya, airmata penyesalanpun mengucur deras, apakah engkau tahu apa yang disediakan bagi mereka yang haus dan lapar? Api yang menyala-nyala,</p>
<p class="MsoNormal">Dimanakan nyali orang-orang sombong dan takabur? <span lang="IT">Di mana orang-orang yang selama ini suka berbuat dzalim? Apa yang disiapkan bagi kedatangan mereka? Api yang menyala-nyala.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">Andai saja kita bisa membayangkan sengatan panas api neraka dan mengukur bahayanya, demi Allah, tak ada yang bisa menghindarkan darinya selain kesadaran (untuk berbuat amal shalih sebelumnya).</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Semoga Allah menganugerahkan kemuliaan pada kita. Membekali kita sehingga selamat dari segala siksa, menjadikan kita sebagai orang yang melaksanakan perintah dan menjauhi larang-Nya. Sungguh di sisi-Nya ada kenikmatan yang besar.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Kita enggan mengingat maut walau sesaat,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Padahal kita adalah calon mayat&#8230;.. pa yang bisa kita perbuat?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Kita dihadapkan pada sesuatu yang tak bisa dihindari.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"><br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dedicahriadi.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dedicahriadi.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dedicahriadi.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dedicahriadi.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dedicahriadi.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dedicahriadi.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dedicahriadi.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dedicahriadi.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dedicahriadi.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dedicahriadi.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dedicahriadi.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dedicahriadi.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dedicahriadi.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dedicahriadi.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedicahriadi.wordpress.com&amp;blog=7191539&amp;post=48&amp;subd=dedicahriadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dedicahriadi.wordpress.com/2009/04/02/ajal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3b1d4a7e68aee87b76f9c78cec82c35?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedicahriadi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dedicahriadi.files.wordpress.com/2009/04/sl371565.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sl371565</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ironi Tenaga Honorer</title>
		<link>http://dedicahriadi.wordpress.com/2009/04/01/ironi-tenaga-honorer/</link>
		<comments>http://dedicahriadi.wordpress.com/2009/04/01/ironi-tenaga-honorer/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 13:44:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dedicahriadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dedicahriadi.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[By. Dedi Cahriadi mamuju, 26 Maret 2009 Setiap pagi sekitar jam 5.30 Najib sudah mulai beraktivitas, sebagai seorang tenaga honorer, dia bertanggung jawab atas kebersihan ruangan disemua sudut Kantor, menyiapkan segala keperluan pegawai, segelas air/kopi harus siap dihidangkan itu semua harus sudah beres sebelum saatnya para pegawai memulai beraktifitas. Disaat jam dinas pun dia harus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedicahriadi.wordpress.com&amp;blog=7191539&amp;post=33&amp;subd=dedicahriadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="nongkrong" href="http://localhost/wordpress/wp-content/uploads/2009/04/sl370707.JPG"></p>
<div id="attachment_44" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a><img class="size-full wp-image-44" title="depkeu-kur" src="http://dedicahriadi.files.wordpress.com/2009/04/depkeu-kur.jpg?w=300&#038;h=229" alt="Demo Honorer di Depkeu " width="300" height="229" /></a><p class="wp-caption-text">Demo Honorer di Depkeu </p></div>
<p></a></p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false         &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IT">By. Dedi Cahriadi </span></strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IT">mamuju, 26 Maret 2009</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IT"> </span></p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false         &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IT">Setiap pagi sekitar jam 5.30 Najib sudah mulai beraktivitas, sebagai seorang tenaga honorer, dia bertanggung jawab atas kebersihan ruangan disemua sudut Kantor, menyiapkan segala keperluan pegawai, segelas air/kopi harus siap dihidangkan itu <span> </span>semua <span> </span>harus sudah beres sebelum saatnya para pegawai memulai beraktifitas. Disaat jam dinas pun dia harus menyiapkan kebutuhan pribadi pegawai (red : disuruh), mulai dari urusan perut untuk dimintai tolong membelikan makanan buat sarapan, mengurus segala keperluan keluarga pegawai, membayar listrik,, tagihan telepon, urusan ke bank, sampai urusan yang lebih pribadi, Najib pun bekerja membantu mereka menulis/mengetik surat, mengirim surat, mengoperasionalkan komputer kadang layaknya seorang operator, hampir semua pekerjaan dilakoni, selain tugas utamanya menjadi clening service <span> </span>juga manjadi Penjaga malam.<span id="more-33"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IT"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IT">“Saya bekerja menjadi tenaga honorer hampir tiga tahun, selama ini pekerjaan yang diberikan oleh pegawai di kantor bermacam-macam kadang di minta tolong juga untuk membantu membersihkan rumah pegawai” kata Najib di saat jam istirahat. “Kadang tidak mengenal waktu saya di minta tolong” timpal temannya yang duduk disebelah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IT"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IT">Sekelumit gambaran di atas adalah sebuah rutinitas seorang tenaga honorer di salah satu KPPN, atau mungkin bisa mewakili hampir di semua instansi pemerintah, yang memiliki peran ganda yg sudah menjadi tradisi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IT"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IT">Sebenarnya di KPPN sendiri sesuai dokumen pelaksanaan anggaan DIPA tidak mengenal tenaga honorer, sebagaimana tercantum dalam kontrak kerja jelas bahwa mereka adalah tenaga satuan pengamanan yang dikontrak setiap tahun untuk membantu pengamanan kantor, selama 24 jam dengan system kerja bergiliran. Ada yang bagian siang dan ada yang menjaga di malam hari sebagaimana tugas seorang satpam, namun keberadaan mereka sering orang menyebutnya sebagai honorer, mereka sendiri enggan di sebut satpam. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IT">Perlakuan seperti inilah menyebabkan keberadaan mereka di manfaatkan untuk <span> </span>membantu pegawai menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk atau tidak terselesaikan, “Pemanfaatan ini sebenarnya bisa dimaklumi mengingat di KPPN se tipe A ini hanya memiliki 16 personel” kata salah seorang pegawai, “Di Seksi kami hanya ada 1 pegawai pelaksana dan 1 Kepala Seksi itu pun kepala seksi merangkap kepala kantor jadi kalau pelaksananya cuti atau dinas luar kami meminta bantuan tenaga honorer yang kebetulan bisa mengoperasionalkan computer dan harus mengajarkan aplikasi kepada mereka demikian juga seksi lain dan repotnya dari 16 pegawai yang ada hanya setengahnya bisa bekerja dengan computer, yang lain bisa mengoperasionalkan computer hanya sebatas untuk main game karena alasan usia yang sudah tidak mampu lagi belajar” lanjut pegawai yang tidak bersedia disebutkan namanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IT"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IT">Ini ironi disaat Departemen Keuangan sedang menggalakkan reformasi birokrasi dimana Ditjen Perbendaharaan melakukan penataan beberapa KPPN percontohan, yang dampaknya efesiensi serta efektivitas terhadap tugas KPPN dan berimbas kepada jumlah pegawai yang ideal, hal ini mengakibatkan kelebihan sekitar 6.000 pegawai, tapi di satu sisi ada beberapa KPPN yang kekurangan pegawai karena beberapa pegawai “potensialnya” (akibat lulus test untuk mengisi KPPN percontohan) namun ada beberapa Kantor Wilayah Perbendaharaan kelebihan banyak pegawai yang hingga saat ini belum di tata ulang. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IT"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IT">Tenaga honorer menuntut</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IT">Rendahnya Sumber daya manusia pegawai instansi pemerintah karena faktor usia dan keengganan untuk belajar terhadap perkembangan organisasi, menjadi peluang bagi<span> </span>tenaga honorer seperti Najib ini untuk memanfaatkan proses pembelajaran, motivasi bekerja yang kuat karena masih “dibawah bayang-bayang” ketidak jelasan status mereka, usia mereka masih muda tentunya bisa membantu meningkatkan performa sebuah kantor. Tenaga honorer yang lebih cakap dalam mengoperasikan komputer misalnya dimanfaatkan oleh pegawai yang tidak bisa mengopersionalkan komputer. <span> </span><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IT"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IT">“Saya serahkan tugas operator bendum kepada honorer karena tidak ada lagi yang bisa membantu tugas ini” kata salah satu teman dari KPPN di wilayah Indonesia bagian timur ketika dia harus tugas ke luar daerah. Akhirnya seperti menyimpan bom waktu lambat laun pekerjaan rutin pegawai akan beralih ke tenaga honorer.malah bisa “di-p-j-s-kan” kepada honorer.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IT">Dan yang lebih jauh lagi tupoksi Tenaga honorer yang notabonenya adalah tenaga kontrak untuk tugas pengamanan kantor menjadi bergesar, mereka cenderung nantinya akan menuntut lebih.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IT"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IT">Keberadaan tenaga honorer <span> </span>dari ribuan tenaga honorer di Departemen Keuangan yang mungkin sangat dibutuhkan keberadaannya, tenaga honorer dalam suatu organisasi kadang seperti buah simalakama, benci tapi rindu, dicaci tapi di cari. Namun dilain sisi masalah tenaga honorer menjadi ironi terhadap perkembangan organisasi, tuntutan yang berlebihan untuk meminta jadi tenaga tetap alias minta diangkat menjadi PNS menjadi boomerang bagi Instansi pengguna khususnya bagi Depkeu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IT"> </span></p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false         &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><span style="font-family:&quot;" lang="IT">Dalam beberapa kasus dilaporkan tenaga honorer mulai menuntuk untuk diangkat menjadi PNS dan ini menjadi isu nasional, seperti halnya dilaporkan beberapa Media Elektronik atau Surat Kabar<span> </span>tenaga honorer mulai meminta kejelasan status kedinasannya. Mereka merasa diabaikan dari program reformasi birokrasi yang tengah diusung departemen tersebut. </span></p>
<p><span style="font-family:&quot;" lang="IT">Sementara itu, Pemerintah khususnya Depkeu<span> </span>sebagaimana disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Depkeu Mulia P Nasution mengatakan, fokus perhatian dalam reformasi birokrasi di departemen tersebut adalah meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Oleh karena itu, sasaran utamanya adalah mengembangkan kualitas pegawai yang sudah ada. </span></p>
<p><span style="font-family:&quot;" lang="IT">&#8220;Terkait dengan tenaga honorer, keberadaannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan tenaga yang tidak terlalu tinggi dan tidak bisa dipenuhi oleh PNS, misalnya, petugas yang menyediakan teh, pengantar surat, dan ekspedisi. </span><span style="font-family:&quot;" lang="FI">Ke depan untuk urusan ini akan menggunakan sistem tenaga lepas,&#8221; katanya. </span></p>
<p><span style="font-family:&quot;" lang="FI">Pada masa datang, lanjut Mulia, Depkeu justru akan menggabungkan beberapa unit kantor sebagai konsekuensi dari reformasi birokrasi. </span></p>
<p><span style="font-family:&quot;" lang="FI">&#8220;Tenaga honorer kami memang sempat mencapai 3.000 orang, tetapi jumlah itu semakin berkurang. Kami juga memang bisa mengangkat tenaga honorer menjadi PNS setiap tahun, tetapi sangat tergantung dari ketersediaan anggaran dan kebutuhan di setiap kantor,&#8221; ujarnya. </span></p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false         &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI">Saat ini jumlah PNS di lingkungan Depkeu 62.000 orang, separuh lebih berada di Ditjen Pajak. Berdasarkan data Badan Kepegawaian Nasional, jumlah PNS di Indonesia hingga Desember 2006 sebanyak 3,73 juta orang. Dari jumlah itu, 1,34 juta di antaranya berpendidikan SLTA dan 1,08 juta lulus sarjana.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI">Melihat kenyataan ini memang dibeberapa kantor Wilayah sudah mulai ditata keberadaan tenaga honorer, semisal satuan pengaman di serahkan kepada pihak ke 3 untuk mengelolanya. Namun di daerah KPPN belum di laksanakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI">Kedepan mudah-mudah ironi tenaga honorer bisa di jelaskan statusnya lebih jauh supaya mereka tidak berharap lebih.</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="FI">Penataan pegawai juga mutlak dilakukan supaya tidak menimbulkan lost generasi karena banyaknya pegawai yang sudah tidak lagi bisa berkembang dan ini benar-benar IRONI hingga saat ini tidak ada solusi dari pemerintah bagaimana menyikapi pegawai yang hanya PGPS (Pintar Goblok Penghasilan Sama). </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dedicahriadi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dedicahriadi.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dedicahriadi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dedicahriadi.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dedicahriadi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dedicahriadi.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dedicahriadi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dedicahriadi.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dedicahriadi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dedicahriadi.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dedicahriadi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dedicahriadi.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dedicahriadi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dedicahriadi.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedicahriadi.wordpress.com&amp;blog=7191539&amp;post=33&amp;subd=dedicahriadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dedicahriadi.wordpress.com/2009/04/01/ironi-tenaga-honorer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3b1d4a7e68aee87b76f9c78cec82c35?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedicahriadi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dedicahriadi.files.wordpress.com/2009/04/depkeu-kur.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">depkeu-kur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rakyat Merdeka Institute melatih pegawai Ditjen Perbendaharaan Menjadi Jurnalis</title>
		<link>http://dedicahriadi.wordpress.com/2009/04/01/rakyat-merdeka-institute-melatih-pegawai-ditjen-perbendaharaan-menjadi-jurnalis/</link>
		<comments>http://dedicahriadi.wordpress.com/2009/04/01/rakyat-merdeka-institute-melatih-pegawai-ditjen-perbendaharaan-menjadi-jurnalis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 13:36:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dedicahriadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dedicahriadi.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta – Ditjen Perbendaharaan Departemen Keuangan mengandeng Rakyat Merdeka Institute untuk memberikan pelatihan Jurnalistik dan Manajemen Media kepada Pegawai Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Pelatihan yang diselenggarakan di Jakarta tanggal 10 s/d 12 Maret 2009 ini di ikuti oleh 31 peserta berdasarkan hasil seleksi dari 155 Artikel yang di kirim oleh Pegawai DJPB diseluruh Indonesia . Pelatihan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedicahriadi.wordpress.com&amp;blog=7191539&amp;post=26&amp;subd=dedicahriadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="melihat editing rakyatmerdeka online" href="http://localhost/wordpress/wp-content/uploads/2009/04/img_3432.jpg"></p>
<div id="attachment_46" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a><img class="size-medium wp-image-46" title="img_3432" src="http://dedicahriadi.files.wordpress.com/2009/04/img_3432.jpg?w=300&#038;h=200" alt="Menengok dapur rakyat merdeka online di graha pena" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Menengok dapur rakyat merdeka online di graha pena</p></div>
<p></a></p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false         &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><strong>Jakarta</strong> – Ditjen Perbendaharaan Departemen Keuangan mengandeng Rakyat Merdeka Institute untuk memberikan pelatihan Jurnalistik dan Manajemen Media kepada Pegawai Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Pelatihan yang diselenggarakan di Jakarta tanggal 10 s/d 12 Maret 2009 ini di ikuti oleh 31 peserta berdasarkan hasil seleksi dari 155 Artikel yang di kirim oleh Pegawai <span> </span>DJPB diseluruh Indonesia . Pelatihan dibuka oleh Sekretaris DJPB Departemen Keuangan Siswo Sujanto yang dihadiri oleh Direktur Rakyat Merdeka Institute sekaligus Redaktur Eksklusif Rakyat Merdeka Abdul Shomad dan beberapa pejabat DJPB.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:.5in;"><span id="more-26"></span> RMI di gandeng untuk melatih para “jurnalis” adalah lembaga penyedia jasa pelatihan jurnalistik di bawah Rakyat Merdeka Group yang sudah memiliki reputasi di bidang Media. DJPB berharap hasil pelatihan ini akan dapat menghidupkan majalah Treasury Indonesia yang selama ini memprihatinkan atas ketidak jelas terbitannya, peserta pelatihan nantinya akan menjadi kontribustor untuk dapat mengirimkan berita atau opini dari seluruh Indonesia untuk majalah TI.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:.5in;">Materi yang diberikan menyangkut barbagai informasi seputar Jusnalistik dan Media yang di ajarkan oleh para praktisi media Rakyat Merdeka Group, meliputi Peran dan Fungsi Strategis Media untuk membangun Media yang layak baca dan layak bisnis, bagaimana teknis penulisan dan bahasa jurnalistik dan serta peng-angle-an,<span> </span>bagaimana melakukan teknis wawancara, investigasi, fotografi, marketing hingga mengorganisasi even organize dan yang sangat menarik adalah melakukan kunjungan ke Redaksi Rakyat Merdeka sehinnga peserta mengetahui bagaimana suatu media berkerja.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:.5in;">Pada akhir pelatihan peserta di uji dengan membuat sebuah berita “on the spot”, bagi peserta terbaik dalam penulisan berita ini akan di muat pada harian Rakyat Merdeka dan di berikan kenang-kenangan oleh RMI. <strong><span style="font-size:9pt;line-height:115%;">* </span></strong><strong><span style="font-size:9pt;line-height:115%;font-family:'Arial Narrow';">DEDI CAHRIADI</span></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dedicahriadi.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dedicahriadi.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dedicahriadi.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dedicahriadi.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dedicahriadi.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dedicahriadi.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dedicahriadi.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dedicahriadi.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dedicahriadi.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dedicahriadi.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dedicahriadi.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dedicahriadi.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dedicahriadi.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dedicahriadi.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedicahriadi.wordpress.com&amp;blog=7191539&amp;post=26&amp;subd=dedicahriadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dedicahriadi.wordpress.com/2009/04/01/rakyat-merdeka-institute-melatih-pegawai-ditjen-perbendaharaan-menjadi-jurnalis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3b1d4a7e68aee87b76f9c78cec82c35?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedicahriadi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dedicahriadi.files.wordpress.com/2009/04/img_3432.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">img_3432</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hampir saja nyawa ku beserta 164 orang melayang….</title>
		<link>http://dedicahriadi.wordpress.com/2009/04/01/hampir-saja-nyawa-ku-beserta-164-orang-melayang%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://dedicahriadi.wordpress.com/2009/04/01/hampir-saja-nyawa-ku-beserta-164-orang-melayang%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 13:12:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dedicahriadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[PENGALAMAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dedicahriadi.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Kisah tergelincirnya pesawat LION AIR By DEDI CAHRIADI Kejadian tergelincirnya pesawat lion air dengan kode penerbangan JT 793 no reg PK LIL tujuan gorontalo-makassar-jakarta di bandara Soekarna Hatta Cengkareng jam 15.35 wib tanggal 9 Maret 2009 hampir membuat aku, seluruh penumpang dan awak pesawat melayang, guyuran hujan yang sangat deras mengakibatkan landasan pacu 25 CGK [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedicahriadi.wordpress.com&amp;blog=7191539&amp;post=14&amp;subd=dedicahriadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><strong></strong></p>
<div id="attachment_17" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><strong><strong><img class="size-medium wp-image-17" title="sl372398" src="http://dedicahriadi.files.wordpress.com/2009/04/sl372398.jpg?w=300&#038;h=225" alt="pesawat LION AIR JT 793 Rek PK LIL di UPG sebelum tergelincir" width="300" height="225" /></strong></strong><p class="wp-caption-text">pesawat LION AIR JT 793 Rek PK LIL di UPG sebelum tergelincir</p></div>
<p><strong>Kisah tergelincirnya pesawat LION AIR </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;">
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false         &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">By DEDI CAHRIADI</span></em></p>
<p class="MsoNormal">Kejadian tergelincirnya pesawat lion air dengan kode penerbangan JT 793 no reg PK LIL tujuan gorontalo-makassar-jakarta di bandara Soekarna Hatta Cengkareng jam 15.35 wib tanggal 9 Maret 2009 hampir membuat aku, seluruh penumpang dan awak pesawat melayang, guyuran hujan yang sangat deras mengakibatkan landasan pacu 25 CGK licin dan mengakibatkan pesawat MD-90 buatan tahun 1998 yang di piloti Kapten Haeria Tan Rahmani dan copilot Sarwito tidak bisa mendarat dengan mulus sehingga pesawat terguncang ke kiri, kanan dan terpelintir 90 derajat keluar landasan pacu dan terperosok di tanah rerumputan sehingga sayap pesawat sebelah kanan patah dan roda belakang kanan terjerambah.</p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-14"></span>Aku yang berusaha setenang mungkin menghadapi situasi ini langsung menyambar tas punggung yang tersimpan persis di atas kabin tempat duduk ku, padahal pramugari meminta untuk segera keluar pesawat dan menghiraukan semua barang bawaan penumpang, aku menghiraukan himbuaan itu, aku ambil tas punggungku karena disitulah ada laptop milik kantor yang menjadi tanggung jawabku dan beberapa potong pakaian<span> </span>yang akan aku gunakan di Jakarta.</p>
<p class="MsoNormal">Dalam kepanikan pendaratan yang sangat tidak mulus itu pintu darurat tengah berhasil dibuka oleh penumpang. Situasi yang kalut ini untungnya hampir semua penumpang bisa mengendalikan diri walaupun panik penumpang bisa berhamburan keluar satu persatu tidak saling injak dan berebutan keluar badan pesawat untuk menyelamatkan diri menghindari pesawat sewaktu-waktu bisa meledak.</p>
<p class="MsoNormal">Dalam situasi ini aku masih mencoba untuk mengambil camera digital ku yang ada di pinggang kanan untuk mengabadikan situasi yang mencemaskan ini.</p>
<p class="MsoNormal">Ketika aku sudah keluar pesawat melalui pintu darurat tengah sebelah kanan aku mencoba mengabadikan kondisi kepanikan penumpang, walau hujan menguyur deras pada peristiwa itu, aku menyalakan Camera digital. sebenarnya momen ini aku abadikan dalam waktu yang cukup lama, antara panik, syukur <span> </span>dan senang aku bisa mengabadikan situasi evakuasi ini, setelah sekian lama aku abadikan mungkin sekitar 5 menit aku terkejut ternyata camera digitalku tidak dalam posisi on atau tidak dalam posisi sedang merekam, mungkin karena teramat panik dan gemetar atas peristiwa tsb.</p>
<p class="MsoNormal">Aku mencoba untuk kembali mengabadikan dan memastikan camera dalam posisi merekam, dan berhasil aku abadikan momen evakuasi ini dalam waktu 22 detik sampai akhirnya kamera digitalku mati karena terguyur air hujan. Sangat aku sesali bahwa peristiwa seperti ini aku gagal mengabadikan secara utuh. Namun aku sangat bersyukur bahwa nyawaku beserta 158 penumpang dan 6 awak pesawat selamat tidak <span> </span>ada yang terluka serius.</p>
<p class="MsoNormal">“Saya sangat bersyukur dan mengucapkan puji Tuhan bisa selamat” sahut Johan penumpang yang terakhir yang berhasil menyelematkan diri. “penumpang untungnya tidak terlalu panik walau sebagian penumpang khususnya ibu-ibu menangis” lanjut johan yang tidak henti-hentinya mengucapkan syukur kepada Tuhan. Syukur Alhamdullillah pesawat benar-benar tidak meledak.</p>
<p class="MsoNormal">Pada saat pesawat tergelincir dan penumpang berhamburan keluar aku sempat melihat satu demi satu mobil khusus pemadam kebakaran dari pihak bandara yang berwarna merah segera tiba untuk mengevakuasi penumpang dan mengantipasi sewaktu-waktu pesawat meledak dan terbakar, aku menyampaikan salut buat petugas pemadam yang segera datang dengan cepat.</p>
<p class="MsoNormal">Akhirnya dalam kondisi basah kuyup sekitar 10 menit mobil bus penjemput datang untuk mengevakuasi<span> </span>seluruh penumpang ke ruang tunggu bandara untuk di<span> </span>“istirahatkan”. Rasa shock,kalut dan gemetar membayangi seluruh penumpang, ada yang menangis juga menyampaikan kabar kecelakaan ini kepada orang-orang terdekat, seperti aku langsung ku kabari istriku walau badan masih gemetar, dengan Hape yang masih basah tapi masih bisa dipakai. Kabar kecelakaaan ini jelas membuat kaget keluargaku dan aku sampaikan bahwa semua baik-baik saja tidak ada satu apapun yang cedera.</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Diruang tunggu<span> </span><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal">Suasana diruang tunggu seluruh penumpang yang masih basah kuyup saling berbagi cerita serta mengomentari atas apa yang mereka lalui barusan, rasa percaya dan tidak percaya masih terlihat dalam benak para penumpang. Aku yang basah kuyup akhirnya menganti semua yang pakaian yang melekat di sekujur tubuhku dengan sisa baju yang ada di tas punggungku yang basah.</p>
<p class="MsoNormal">Atas peristiwa ini pihak Lion air menyampaikan permohonan maaf dan semua penumpang di berikan makanan tapi patut di sayangkan pihak Lion Air tidak memberikan pernyataan lebih lanjut atas peristiwa ini kepada penumpang dalam bentuk kompensasi, hanya disampaikan bahwa penumpang yang tidak membawa bagasi atau barang bawaan dipersilahkan untuk pulang ke rumah masing-masing. Aku yang tidak membawa barang bawaan yang di simpan dalam bagasi akhirnya memutuskan untuk segera ke tempat tujuan berikutnya di Jakarta karena pihak Lion air tidak menyampaikan pernyataan lanjutan atas penumpang seperti aku. Patut disayangkan pula seharusnya pihak lion air respek atas apapun kejadian ini penumpang diberikan kompensasi karena semua ini diluar kemampuan penumpang. Atau <span> </span>pihak Lion Air setidaknya menyampaikan permohonan maaf secara personal kepada setiap penumpang.</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Awal Kejadian <span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal">Aku berangkat ke Jakarta dari Makassar dalam rangka urusan dinas sebenarnya dengan pesawat Lion Air yang berbeda dengan pesawat yang tergelincir, Kode perbangan aku yang sebenarnya adalah Lion Air JT 795 berangkat jam 11.15 waktu Makassar, pesawat dari Jayapura, namun karena pesawat persebut tidak berangkat kami dialihkan ke Lion Air JT 793 yang datang dari Gorontalo yang sesuai jadwal harusnya berangkat jam 13.30 tapi baru berangkat jam 14.15 waktu setempat, dan sebelumnya pilotpun telah menyampaikan permohonan maaf bahwa pesawat terlambat karena ada penumpang yang masih belum masuk ke pesawat. <span> </span></p>
<p class="MsoNormal">Dalam perjalanan Makassar Jakarta sebenarnya pesawat dalam kondisi normal, saat di bandara Hasanuddin pun pesawat MD 90 ini take off dengan mulus, Aku<span> </span>yang terjaga dalam perjalanan<span> </span>ini sebenarnya ingin tertidur tapi susah sekali mataku terpejam. <span lang="FI">Ya aku nikmati saja perjalanan 2 jam 10 menit ini senyaman mungkin. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Ketika pramugari mengumumkan dalam beberapa saat lagi pesawat akan segera mendarat kondisi cuaca di sekitar Jakarta dari balik jendela kelihatannya mendung, aku yang berada pada kursi 29D merasa pesawat sempat perputar satu kali untuk mencari posisi landing. 5 menit sebelum pesawat landing di balik jendela pesawat kelihatannya cuaca semakin buruk pesawat sempat sedikit goyang karena mamasuki guyuran hujan yang lebat,<span> </span>tidak melihat ada tanda tanda peringatan dari kru pesawat,<span> </span>hal ini lah sebenarnya aku cemaskan, karena menurut informasi yang aku baca di beberapa media saat-saat take off dan landing lah hal yang krusial dalam keselamatan penerbangan apalagi dalam cuaca yang tidak bersahabat. Penyebab kecelakaan pesawat sering terjadi dalam peristiwa tersebut. Dan Perkiraan aku tidak terlalu meleset dan akhirnya pesawat tergelincir seperti apa yang sudah aku ceritakan di atas tadi. Sesuai press realise dari pihak Lion Air pesawat tergelincir karena cuaca buruk dan tempasan angin yang tiba-tiba datang di sisi kanan pesawat. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Yang membuat aku agak heran bahwa pilot atau pihak menara control (Air Traffic Control)<span> </span>bandara Soekarno Hatta Cengkareng begitu berani membuat keputusan untuk siap landing dalam kondisi cuaca yang sangat buruk. Harusnya hal ini tidak terjadi seandainya pilot atau ATC menunda pendaratan sambil menunggu keadaan cuaca yang benar-benar aman bagi pendaratan pesawat. Atau ada pertimbangan lain yang membuat pilot memutuskan pendaratan seperti ini, misalnya bahan bakar sudah menipis atau memang pesawat dalam kondisi bermasalah pada mesinnya. Mudah-mudahan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dapat menemukan penyebab tergelincirya pesawat Lion Air JT 793 ini. </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dedicahriadi.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dedicahriadi.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dedicahriadi.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dedicahriadi.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dedicahriadi.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dedicahriadi.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dedicahriadi.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dedicahriadi.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dedicahriadi.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dedicahriadi.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dedicahriadi.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dedicahriadi.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dedicahriadi.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dedicahriadi.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedicahriadi.wordpress.com&amp;blog=7191539&amp;post=14&amp;subd=dedicahriadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dedicahriadi.wordpress.com/2009/04/01/hampir-saja-nyawa-ku-beserta-164-orang-melayang%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3b1d4a7e68aee87b76f9c78cec82c35?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedicahriadi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dedicahriadi.files.wordpress.com/2009/04/sl372398.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sl372398</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penunjukan Langsung Berpotensi Merugikan Negara</title>
		<link>http://dedicahriadi.wordpress.com/2009/04/01/penunjukan-langsung-berpotensi-merugikan-negara/</link>
		<comments>http://dedicahriadi.wordpress.com/2009/04/01/penunjukan-langsung-berpotensi-merugikan-negara/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 13:07:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dedicahriadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dedicahriadi.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[(seputar masalah pengadaan barang dan jasa di sampai dengan 50 juta) Oleh Dedi Cahriadi Pertimbangan pemerintah dengan hadirnya Keppres No.80/2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah adalah menginginkan proses pengadaan barang/jasa dapat dilakukan secara efektif dan efisien, terbuka, bersaing, tranparan, adil dan tidak diskriminatif serta akuntabel merupakan harapan yang sangat beralasan, mengingat pemerintah menginginkan hasil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedicahriadi.wordpress.com&amp;blog=7191539&amp;post=9&amp;subd=dedicahriadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-21" title="rapat lelang" src="http://dedicahriadi.files.wordpress.com/2009/04/lelang1.jpg?w=510&#038;h=382" alt="rapat lelang" width="510" height="382" /></p>
<p><strong>(seputar masalah pengadaan barang dan jasa di sampai dengan 50 juta)</strong></p>
<p class="MsoNormal">
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p><span lang="FI">Oleh Dedi Cahriadi</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span lang="FI">Pertimbangan pemerintah dengan hadirnya Keppres No.80/2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah <span> </span>adalah <span> </span>menginginkan proses pengadaan barang/jasa dapat dilakukan secara efektif dan efisien, terbuka, bersaing, tranparan, adil dan tidak diskriminatif serta akuntabel merupakan harapan yang sangat beralasan, mengingat pemerintah menginginkan hasil yang bisa dipertanggung jawabkan baik dari segi fisik, keuangan maupun manfaatnya bagi kelancaran tugas pemerintah dan pelayanan masyarakat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><img class="mce_plugin_wordpress_more" title="More..." src="http://localhost/wordpress/wp-includes/js/tinymce/themes/advanced/images/spacer.gif" alt="More..." width="100%" height="10" /><span lang="FI"> <span id="more-9"></span>Berdasarkan Keppres ini sebenarnya ada empat metode dalam pengaturan pengadaan barang/jasa yaitu, pelelangan umum, pelelangan terbatas, pemilihan langsung dan penunjukan langsung. Fokus saya adalah ingin mengedepankan bahawa dalam pengadaan barang/jasa sesuai keppers tersebut dengan metode penunjukan langsung khususnya terhadap pengadaan barang/jasa sampai dengan 50 juta sebenarnya juga menimbulkan potensi adanya kerugian negara (dibanding persoalan metode penunjukan langsung yang biasa sering menjadi perhatian publik yang nilainya di atas 50 juta)<span> </span>yang luput menjadi perhatian bersama baik dari sisi pengawasan atau dari sisi pemeriksaan aparat terkait. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="FI">Berbagai Modus</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span lang="FI">Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana penunjukan langsung ini berpotensi terhadap kerugian negara atau menimbulkan praktik korupsi? Padahal mekanismenya sangat sederhana dengan rambu-rambu yang cukup jelas. Penjelasan atas masalah tersebut adalah pengelolaan penunjukan langung di kendalikan oleh pejabat pembuat komitmen atau pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran, pelaksana yang lain sifatnya memiliki potensi tawar yang lemah, kredibilitas yang rendah dan rentan terhadap tekanan atasan ataupun sudah menjalin kerja sama ”yang saling menguntungkan”. Padahal di satu sisi prosedur metode penunjukan langsung ini sesuai tuntutan yang dijalankan peraturan. Namun di lain sisi banyak modus yang dilakukan oleh aparat penyelenggaran pengadaan barang/jasa baik oleh panitia/pejabat pengadaan, pengguna barang atau penyedia barang. Berbagai modus yang sering terjadi antara lain bahwa sebagian besar sistem penunjukan langsung ini hanya sebagai upaya rekayasa dalam proses pengadaannya, bahwa dana yang di alokasikan masuk ke rekening pihak ke tiga akan tetapi yang melaksanakan pembelian adalah pengguna barang bukan penyedia barang (meminjam perusahaan penyedia barang). Dalam beberapa kasus lain kadang kala praktek pelaksanaan penunjukan langsung ini tidak sesuai dengan kenyataan fisik<span> </span>karena pencairan dana telah dilakukan namun barang/jasa yang di inginkan belum tersedia. Menjadi kontraproduktif bahwa seharusnya metode ini menjadi upaya menunjang perbaikan kondisi ekonomi nasional, menggerakan potensi ekonomi usaha kecil. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;">Persoalan lain adalah adanya <em>capital flight</em> (pelarian modal). <span lang="FI">Dibeberapa daerah potensi ini masih mungkin terjadi mengingat ada perbedaan selisih harga yang cukup signifikan terhadap barang yang dibelanjakan dengan daerah domisili satuan kerja, yang akan merugikan daerah yang sebenarnya barang tersebut memang tersedia, <span> </span>potensi inilah akan menimbulkan kerugian negara dengan berbagai cara melakukan kesengajaan penggelembungan harga (<em>mark-up</em>), perbuatan curang, pengadaan fiktif, penyalahgunaan wewenang dan pemalsuan. <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span lang="FI"><span> </span><span> </span>Yang menarik adalah biasanya proses penunjukan langsung ini masih luput dari pengamatan atau pantauan aparat pengawas dan pemeriksa. Luputnya proses ini disebabkan kurangnya perhatian aparat pengawas/pemeriksa untuk secara sungguh-sungguh membidik penyalahgunaan metode ini dan kalaupun terjadi sanksi administrasi dan hukum sangat lemah dan bisa diselesaikan pada ”daerah abu-abu”. Sungguh disayangkan seandainya peristiwa rekayasa ini menjadi bagian yang telah berurat akar dan membudaya sehingga menjadi ladang yang menguntungkan bagi segelintir orang dan menganggap ini semua<span> </span>beresiko rendah. Berapa banyak instansi/satuan kerja yang benar-benar melaksanakan metode ini secara benar sesuai amanah dalam pertimbangan dibuatnya keppres 80 tahun 2003, berapa besar potensi kerugian negara kalau ini benar-benar terjadi hampir di semua satuan kerja. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span lang="FI">Dari berbagai masalah ini setidaknya ada problem yang sangat besar bahwa potensi kerugian negara dan harus segera di atasi untuk mengurangi kemungkinan-kemungkinan terjadi pemborosan ataupun korupsi adalah <em>Pertama, </em>Komitmen kuat yang harus di buat pejabat pengguna barang/jasa dalam Keppres 80/2003 di jelaskan bahwa semua yang terlibat dalam proses pengadaan barang/jasa harus menandatangani fakta integritas sebagai ikrar untuk mencegah dan tidak melakukan tindakan kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN) bukan sebagai formalitas belaka dan selalu dalam koridor hukum.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><em><span lang="FI">Kedua, </span></em><span lang="FI">Butir yang pertama harus di kawal dan didukung oleh SDM (sumber daya manusia) dari arapat pemeriksa/pengawas baik internal maupun eksternal yang lebih peduli terhadap pengadaan barang/jasa yang ”kecil” ini. <em>Ketiga, </em>Sistem Aplikasi Akuntansi Persediaan yang telah diluncurkan oleh Departemen Keuangan harusnya segera menjadi pedoman dan standar untuk diterapkan kepada seluruh pengguna anggaran dan dari sistem inilah muara kebenaran terhadap pengadaan barang baik yang telah di beli ataupun di pakai akan dikatahui. Selanjutnya semua ini tidak akan berhasil apabila memang ada niat dan kesempatan untuk melakukan potensi kerugian negara. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="FI">Ibarat sebuah ungkapan mulai hal-hal yang kecil, karena hal-hal kecil itu bisa sangat menentukan keberhasilan dan kegagalan. Jangan menjadikan ungkapan yang terbalik<span> </span>”yang besar saja bisa di manipulasi apalagi yang kecil-kecil” makanya jangan kaget kalau prilaku sebagian kita tidak lebih seperti menghancurkan bangsa dan negara <span> </span>sendiri.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dedicahriadi.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dedicahriadi.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dedicahriadi.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dedicahriadi.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dedicahriadi.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dedicahriadi.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dedicahriadi.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dedicahriadi.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dedicahriadi.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dedicahriadi.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dedicahriadi.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dedicahriadi.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dedicahriadi.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dedicahriadi.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedicahriadi.wordpress.com&amp;blog=7191539&amp;post=9&amp;subd=dedicahriadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dedicahriadi.wordpress.com/2009/04/01/penunjukan-langsung-berpotensi-merugikan-negara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3b1d4a7e68aee87b76f9c78cec82c35?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedicahriadi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dedicahriadi.files.wordpress.com/2009/04/lelang1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rapat lelang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://localhost/wordpress/wp-includes/js/tinymce/themes/advanced/images/spacer.gif" medium="image">
			<media:title type="html">More...</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Profesional dalam Pelayanan. Sudahkan?</title>
		<link>http://dedicahriadi.wordpress.com/2009/04/01/hello-world/</link>
		<comments>http://dedicahriadi.wordpress.com/2009/04/01/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 11:12:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dedicahriadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[by dedi Tulisan ini sebenarnya pernah saya muat dalam group milis forum prima 2 tahun yang lalu namun untukmengingatkan kita tentang sebuah pelayanan kiranya ini bisa menjadi bahan renungan (sudah melalui editing ulang) Lemahnya birokrasi di Instansi Pemerintah yang dikeluhkan sebagian besar masyarakat (stakeholder) disebabkan rendahnya professional dalam pelayanan. Aparat cenderung mengiring masyarakat menjadi objek [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedicahriadi.wordpress.com&amp;blog=7191539&amp;post=1&amp;subd=dedicahriadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_24" class="wp-caption alignnone" style="width: 520px"><img class="size-full wp-image-24" title="kppn2" src="http://dedicahriadi.files.wordpress.com/2009/04/kppn2.jpg?w=510&#038;h=382" alt="Sebuah pelayanan harus dengan penuh keramahan" width="510" height="382" /><p class="wp-caption-text">Sebuah pelayanan harus dengan penuh keramahan</p></div>
<p>by dedi</p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;">Tulisan ini sebenarnya pernah saya muat dalam group milis forum prima 2 tahun yang lalu namun untukmengingatkan kita tentang sebuah pelayanan kiranya ini bisa menjadi bahan renungan (sudah melalui editing ulang)</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal">Lemahnya birokrasi di Instansi Pemerintah yang dikeluhkan sebagian besar <span> </span>masyarakat (stakeholder) disebabkan rendahnya professional dalam pelayanan. Aparat cenderung mengiring masyarakat menjadi objek <span> </span>untuk di permainkan (dipingpong) yang ujung-ujungnya meminta sejumlah imbalan.</p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-1"></span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Tidak ada standar baku dalam pelayanan menyebabkan lemahnya aparat menjadi<span> </span>tidak<span> </span>professional. Seperti hanya di Direktorat Jenderal Perbendaharaan, sejak Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara/KPKN berubah di tahun 2005 menjadi Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara /KPPN yang mengusung kata “pelayanan”<span> </span>seperti hanya ganti kulit saja, kondisi ini diperparah dengan adanya survey Komisi Pemberantasan Korupsi yang menempatkan KPPN menjadi kantor dengan pelayanan terburuk ke 2, <span> </span>harus kita terima namun upaya jajaran Direkorat Jenderal Perbendaharaan untuk terus berbenah akan terus dilakukan dan ini menjadi cambuk. Merubah Mindset adalah hal yang mutlat dilakukan, karena dibentuknya beberapa KPPN percontohan manjadi leader pelayanan profesional diharapkan menjadi<span> </span>pencitraan yang banggakan dalam pelayanan.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Mengubah wajah pelayanan sebenarnya harus memiliki nilai-nilai pelayanan itu sendiri seperti memiliki sisi keramahan (politeness), kecepatan (speed), kenyamanan (convenience) juga product work knowledge (pengetahuan terhadap sebuah pekerjaan) sebenarnya harus dimiliki oleh pegawai pemerintah, sebagai contoh pernahkah kita bayangkan menerima sebuah telepon di kantor dan bagaimana sikap serta penerapannya kepada pegawai.</p>
<p class="MsoNormal">Harusnya hal sekecil ini ada standar bakunya : semisal : “ Selamat pagi dengan KPPN Mamuju, dengan Dedi, bisa dibantu….” Tentunya dengan menggunakan kata kata dan kalimat yang baik dan sopan akan membuat etalase wajah Kantor terwujud dimata orang yang menanggapinya.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Ketika stakeholder berhubungan dengan bagian pelayanan, tentunya tidak boleh seorang pelayanan membeda-bedakan pelayanannya atau cenderung subjektif, keramahan harusnya menjadi sikap dasar (basic behavior) yang dimiliki oleh serang pelayan dengan perasaan senang, menyambut dan memberikan perhatian/atensi, dan harus siap melayani sebagai bagian kepedulian dalam memberikan bantuan (helpful) kepada pihak ke tiga bukan sebagai beban.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Keramahan perlu diimbangi dengan kecepatan, harapan inilah yang diinginkan oleh mitra kerja, harapan mereka dapat cepat menyelesaikan urusannya sehingga dapat menyelesaikan pekerjaan yang lain, namun kecepatan tidak bisa terwujud apabila kelemaha ada di pihak lain yang tidak mengerti akan pekerjaan, tentunya kecepatan akan menjadi berkurang. Pastinya sepanjang telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan harusnya pegawai tidak lagi menunda-nunda pekerjaan apalagi menyengaja memperlambat pekerjaan. Penerapan limit waktu telah diterapkan oleh KPPN diseluruh Indonesia.<span> </span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Sebuah kantor yang baik harus didukung dengan kenyamanan ruangannya, kondisi dan suasana harus terbangun dalam lingkungan kantor sedap dipandang mata, rapih, sejuk aman dan teratur, harusnya kita belajar dari swasta dalam melayout/setting ruangan yang convenience/comfortable kalau bisa characteristic sebuah kantor sama di seluruh Indonesia.<span> </span>KPPN Mamuju layoutnya mirip dengan KPPN Jakarta misalnya. Kesan kantor yang jorok, dokumen yang tidak tertata rapi yang biasanya menjadi ciri dari kantor instansi pemerintah harus dibuang jauh-jauh.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Yang lebih penting dari semua aspek pelayanan adalah<span> </span>orientasi terhadap product work knowledge, seberapa besar seorang pelayan bisa menjelaskan dan membantu kelancaran proses suatu pekerjaan sesuai aturan, pengetahuan dan perkembangan yang semakin cepat diperlukan SDM yang andal. Masih belum optimalnya penerapan etika kepegawaian dalam memberikan punishment/hukuman dan reward/penghargaan terhadap hasil dari suatu pekerjaan menjadi kelemahan dalam tingkat pencapaian pelayanan. Seorang professional adalah orang yang benar-benar dihargai dan siap di beri sanksi apabila membuat kekeliruan.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Semua kebutuhan pelayanan tersebut di atas adalah ciri dari pelayan prima, tanpa itu jangan membicarakan “service excellence” dan akankah kita akan kembali menjadi nomor 2 terburuk.?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dedicahriadi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dedicahriadi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dedicahriadi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dedicahriadi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dedicahriadi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dedicahriadi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dedicahriadi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dedicahriadi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dedicahriadi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dedicahriadi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dedicahriadi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dedicahriadi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dedicahriadi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dedicahriadi.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedicahriadi.wordpress.com&amp;blog=7191539&amp;post=1&amp;subd=dedicahriadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dedicahriadi.wordpress.com/2009/04/01/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3b1d4a7e68aee87b76f9c78cec82c35?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedicahriadi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dedicahriadi.files.wordpress.com/2009/04/kppn2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kppn2</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
